Total Tayangan Halaman

Jumat, 25 November 2011

Lima Menit Untuk Selamanya

25 Oktober 2011, bagi sebagian orang menganggap tanggal itu hanya tanggal biasa saja atau juga menganggap tanggal isitimewa baginya. Tapi buat aku tanggal itu tanggal terburuk dalam sejarah hidupku.

Pagi itu, seperti biasanya aku menjalani rutinitas sehari-hari, tanpa firasat apapun, tanpa tanda apapun, tanpa mimpi apapun, hal buruk akan menimpaku di hari itu. Pergi ke kantor pagi hari bersama teman sekantor yang kebetulan satu kostan. Rutinitas pagi hari di kantor dimulai dengan membuka laptop, membersihkan pasir dari sepatu dan bercanda tawa bersama teman seruangan. Pukul 08.00 WITA, ternyata Bapakku telp aku dan aku tidak angkat karena kebiasaan hp hanya bergetar tanpa nada dering. Tak lama setelah itu, ada telp dari Mama, langsung aku angkat. Terdengar suara Mama dan langsung dialihkan ke Bapak. Pertama Beliau tanyakan :”Halo anak bapak, sehat nak?”, aku pun menjawab “Sehat pak”. Lanjut kata Bapak “Iya Bapak sehat saja.”. Keanehan yang aku rasa saat itu kok suaranya lemas serak-serak namun dia bilang sehat-sehat saja. Tiba tiba telp mati karena ternyata hp habis batere. Langsung aku charge hp dan langsung telp Bapak. “Halo kenapa mati tadi” tanya Bapak. “Halo pak, iya tadi hpku mati habis batere.” Jawabku. Terus dia berkata demikian,”Kamu sabar ya nak disana, tidak apa-apa kamu di bagian itu, pelajari yang ada di situ dan kamu kalau pindah ke Jakarta saja, ke kantor pusat, jangan ke perwakilan ya. Biar kamu bisa lanjut sekolah S2”, dan aku menjawabnya “iya pak.”.Bapak juga berpesan, “Kamu kalau ada waktu kosong ngajar disana saja, pasti kamu diterima ngajar disana dan menulislah tentang apa aja kan kamu suka menulis.” Aku menjawab “iya pak.” Lanjut bapak mengatakan “Jaga kesehatanmu ya nak, jaga makanan.” Aku menjawab “iya pak”. Sekitar 5 menit percakapan kami berdua di pagi hari itu. Tapi 5 menit percakapan itu sangat berarti untukku untuk selamanya.

Sebenarnya Bapak menelepon aku waktu itu untuk menjawab kecemasanku saat aku tahu bapak sudah 5 hari dirawat di rumah sakit tanpa sepengetahuanku karena bapak tidak ingin aku khawatir disini. Aku baru tahu info bapak dirawat setelah mama beritahu setelah bapak pulang di bawa kerumah. Ketika itu, aku marah sama mamaku di telpon hari minggu. Kemudian mama cerita ke bapak soal aku marah tentang itu, makanya Bapak telp aku saat itu.

Pukul 12.00 WITA, tiba-tiba mama telp kembali tapi kali ini suaranya tidak kedengaran jelas, seperti suara ribut di sana. Mama tidak jelas berbicara. Aku akhirnya telp kembali mama Dan mama sambil suara menangis mengatakan “Bapak sudah tidak ada lagi nak.” Dan telp pun tertutup. Saat itu, aku langsung terdiam duduk di tempat kubikel tak kuasa meneteskan air mata. Sontak teman satu ruangan menanyakan kenapa, ada apa. Ketika itu aku tidak bisa menjelaskan apa-apa karena larut sedih. Sekitar sejaman barulah aku menjelaskan ke teman. Saat itu juga teman teman berusaha membantu aku mencarikan tiket untuk pulang ke Medan. Aku tidak kuat menjalani ketika itu. Tertatih-tatih aku melangkah keluar kantor dibantu oleh teman menuju ke bandara. Selama di pesawat aku melamun, sedih dan menangis selalu ingat-ngat pembicaraan telepon tadi pagi. 6 jam lebih perjalanan aku tempuh.

Tiba jam 23.00 WIB di medan langsung menuju rumah dan melihat rumah telah dihiasi papan bunga, Abangku telah menunggu di depan gerbang rumah. Aku peluk abangku sambil menangis menjerit histeris. Aku dibopong abangku menuju tempat bapakku telah tidur untuk selamanya. Tak kuasa aku melihat bapakku telah terlentang kaku di atas tempat tidur. Badan terasa lemas tak kuat untuk berdiri tegak saat itu. Aku melihat wajahnya senyum bahagia saat itu. Lama aku menangis dan menjerit saat itu. Badan lemas dan tak berdaya sampai esok harinya. Aku tidak makan sampai hari esoknya. Menangis dan menangis duduk disebelah bapakku. Aku selalu dipaksa untuk makan namun aku tidak bisa makan. Aku hanya terdiam menangis duduk melihat wajah bapakku. Ekspresi wajah bapakku berubah hari kedua itu, tiba-tiba keluar airmata di wajahnya. Aku lari menuju ke kamar mama, tak kuasa melihat bapakku sedih. Aku tak kuasa melihat peristiwa itu. Saat itu juga aku berpikir, aku tak mau bapak bersedih aku harus kuat. Aku harus bisa tabah. Aku tidak mau menangis depan jenazah bapakku, tidak mau bapakku sedih melihat aku begitu tersiksa atas kepergiannya.

Tak menyangka secepat ini Bapakku meninggalkan kami semua. Ini sangat menyakitkan bagiku dan keluargaku, tapi Bapak bahagia meninggalkan kami tanpa merepotkan kami semua tentang derita sakitnya. Sebenarnya bapak punya sakit yang tidak mau diceritakan kepada kami. Kami sudah memaksa untuk berobat tapi Bapak menolak terus untuk berobat. Tuhan mempunyai rencana indah buat keluargaku. Mungkin cara beginilah Tuhan memanggil Bapakku. Cara terindah buat keluargaku.

Kepergian Bapakku ke surga membawa alam kenangan bersamanya di pikiranku. Kenangan yang tak akan terulang kembali untuk selamanya. Aku selalu ingat masa-masa bersama bapak dari kecil hingga aku saat ini. Waktu kecil, aku masih ingat ketika bapakku pulang ke medan dia mengajakku bermain di Deli Plaza di tempat permainan di lantai 3. Permainan yang aku suka saat itu permainan ambil permen dengan memakai miniatur traktor kecil. Senang rasanya jika mendapatkan permen “Sugus” yang banyak.

Ada lagu kesukaan Bapak yang selalu diputarnya di mobil saat aku masih kecil, yaitu Anak Na Burju, ini lirik lagunya

Anak Na Burju

Anakku naburju anak hasianku
anakku nalagu
ingot do ho amang di akka podani
natua tua mi

Dung hupaborhat ho namarsikkola i
tu luat na dao i amang
benget do ho amang, benget do ho
manaon na hassit i

Dung lam dao amang, pangarantoan mi
anakku na lagu
sipata lomos do, natua tua mon
disihabunian i

Hutangiangkon do, mansai gomos amang
anggiat muba rohami
dijalo do amang, dijalo do
tangiang hi amang

Reff.
Ipe amang, hasian ku
anakku naburju
pagomos ma tangiang mi
tu mula jadi nabolon i

Anggiat ma ture, sude hamu pinoppar hi amang
marsiamin aminan, marsitukkol tukkolan
songon suhat di robean i..

anak na burju

Bapakku juga tidak pernah memukul anak-anaknya. Dengan wajah marah dan suara yang besar sudah membuat anak-anaknya takut kepadanya. Anak-anaknya tidak pernah membuat bapak kerepotan memenuhi kebutuhan dan keinginan anak-anaknya.

Kebiasaan bapak yang tidak akan pernah ada lagi adalah suara ngorok yang selalu akan aku rindukan. Suruhan bapak kepadaku tidak pernah lagi akan aku lakukan seperti menggunting kuku kaki dan tangannya, mengoleskan minyak karo ke tubuhnya, menyemir sepatunya. Rutinitas ini selalu aku lakukan setiap aku pulang ke medan dari perantauan. Canda tawa bapak menggoda aku, mama dan abangku tidak ada lagi seperti menyindir aku anak mama bukan anak bapa, atau juga menyindir mama buat makanan enak setiap aku pulang ke medan.

Tak mudah menjalani kehidupan ke depannya. Aku belum bisa melupakan kesedihan. Meskipun aku tidak sedih di kantor dari pagi hingga sore tapi malam aku masih larut dalam kesedihan. Tak jarang aku terus melamun dan sedih tiba-tiba. Ya, butuh waktu untuk menstabilkan jiwaku, pikiranku dan hatiku.

Bapak telah tenang di sebelah kanan Allah Bapa di Surga. Dia telah senang disana. Dia telah bangga terhadap apa yang telah dilakukannya di dunia ini. Dia telah bangga mempunyai kami semua anak dan mama. Dia bangga anaknya telah memenuhi keinginannya dan aku telah menggenapi keinginannya. Aku cukup puas membahagiakan bapakku meskipun aku belum bisa memberikan yang lebih kepadanya. Bapak, meskipun Engkau disana jauh dari kami, tetaplah Engkau selalu di hati kami dan selalulah mengawasi kami setiap kami melangkah di jalan kehidupan ini. Amien.

Bapak….

Bapakku sayang, Bapakku terkasih,

Ku terkadang tidak mengerti maksud dan inginmu

Tapi ku yakin itu adalah suara dariNya

Kini aku mengerti dan sadar

Inginmu sangat baik bagiku

Bapak,

Maafkan tak banyak yang bisa aku persembahkan kepadamu

Ku telah mencoba membahagiakanmu, Bapak

Tapi engkau telah merasa cukup atas usahaku ini

Bapak,

Kata-kata terakhirmu masih ada di pikiranku dan hatiku

Suaramu sampaikan itu lambat laun menjadi kecil kurasakan saat ini

Takkan aku lupa dan hapus

Hanya itu yang bisa aku kenang saat ini

Menjalani hidup ke depannya

Bapak,

Aku berusaha menjadi anak yang baik

Anak bapak yang dapat dibanggakan

Aku akan berusaha, berusaha dan berusaha buat kau tersenyum disana

Bapak,

Aku bangga punya Bapak seperti dirimu

Bapakku yang baik hati

Tetaplah menjadi Bapakku selamanya

Yang menjagaku dan mengawasiku

Hingga kita bertemu di suatu saat di tempat nan indah

Rabu, 27 Juli 2011

Mengenangmu Mas Karnu...


Hari ini tepat 40 harinya Beliau, yang aku hormati dan sayangi, meninggalkan aku, kamu dan kita semua. Sesosok yang bersahaja yang selalu melemparkan senyum yang indah tanpa merasa lelah dan letih menjalani rutinitas yang begitu berat dan panjang untuk seumur Beliau. Dia adalah Karnu. Aku, kamu dan kita selalu memanggilnya Mas karnu meskipun usianya sebenarnya tidak pantas untuk disebut Mas. Sebutan itu sudah tradisi turun temurun antar generasi dalam organisasi Badan Otonom Economica (BOE).
Sosok beliau sangat kami kagumi. Peran beliau yang kecil dan tidak langsung untuk organisasi tapi beliau lakukan dengan sepenuh hati untuk aku, kamu, kita dan organisasi. Meskipun perannya kecil tetapi bagi kami itu begitu sangat berarti. Dia tidak peduli apa yang dikatakan orang lain kepadanya tentang pekerjaanya. Dia hanya melakukannya dengan kecintaannya kepada organisasi. Begitu banyak tawaran pekerjaan yang menjanjikan namun dia menolaknya.
Begitu banyak kenangan bersama beliau. Minum teh bersama, cerita BOE masa lalu, bercanda tawa di depan BOE, main karambol yang aku tidak pernah menang jika melawan dia. Kenangan itu begitu manis dan mungkin tidak bisa dibuang begitu saja di memori aku, kamu dan kita bersama.
Empat puluh hari sudah berlalu, rasa kehilangan masih saja hinggap di diriku. Tak mudah menemukan sosok yang setia, cinta kasih dan komitmen seperti beliau dalam hidupku. Memori terakhir bersama dia masih tersimpan rapi di ruang pikiranku dan tak akan pernah kuhapus begitu saja.
Ingin ku mengunjunginya di tempat peristirahatannya yang indah itu untuk menyembuhkan rasa kangen ini yang terdalam. Ku tak berdaya melawan sistem waktu ini, hanya kekuatan doaku mengiringi langkahnya ke Surga.
Kini beliau telah tenang dan damai disana, ijinkan aku, kamu dan kita untuk bisa tetap bersamamu dan mencicipi senyuman manismu,Mas Karnu, meskipun itu hanya di ruang mimpi.
Selamat jalan Mas Karnu,,,,, Selamat jalan......

Minggu, 15 Mei 2011

Tips and Trik masuk BPK RI tahun 2011


Apa sih yang menarik untuk masuk BPK? Orang berbondong-bondong untuk masuk BPK? Apakah karena statusnya PNS dengan banyak tunjangan? Apakah hanya karena pekerjaan yang prestige? Gw sendiri belum menemukannya. Yang jelas BPK sesuatu yang worth it untuk dipertaruhkan? Mengapa demikian? Ya melihat tes yang begitu lama, panjang serta banyak orang mencoba berkali-kali. Disini, tidak hanya kepintaran seseorang yang dites, melainkan keberuntungan sangat berperan aktif. Gw mungkin orang yang sangat beruntung diantara orang-orang yang lulus. Hanya mencoba sekali saja dengan tanpa pengalaman kerja yang cukup di bidang auditor bisa lolos. Tidak tahu panitia bisa meloloskan diriku sebagai CPNS BPK RI Tahun 2011. Tidak ada intrik-intrik khusus yang dilakukan. Cukup berdoa dan ikhlas menjalani setiap tes. Berikut gw akan memberikan gambaran mengenai tes BPK RI yang gw jalani. Smoga teman-teman pembaca dapat menjadi ilmu dalam perjuangan mencoba CPNS BPK RI tahun berikutnya.

Tahapan Pertama
Tahapan pertama yang dilalui adalah seleksi administrasi. Ya ini, gerbang awal seleksi. Tidak perlu kuatir atas tahapan ini, karena sebagian besar akan lolos apabila pendaftaran administrasi dilakukan benar. Mulai dari masukkan nama, alamat serta data2 lain dengan lengkap dan benar. Berkas-berkas pendukung juga harus dengan teliti dipersiapkan. Misalnya legalisir ijazah dan transkip, bila diminta tanda tangan dekan atau pejabat fakultasya harus tanda tangan dekan/ pejabat fakultas bukan tanda tangan manajer pendidikan universitas/ pejabat universitas.
Setelah itu akan ada pengumuman seleksi administrasi yang selanjutnya harus pendaftaran ulang dan tanda tangan kartu ujian. Yang ini membuat repot peserta. Karena akan berulang-ulang melakukan proses ini setiap tahapan tes. Bagi yang lagi di luar kota bisa menguras kocek karena harus pulang pergi. Bagi yang suda kerja, pasti dosanya banyak karena harus berbohong terus izin sakit atau izin acara keluarga. Maklum, ini pengalaman gw sih. Nah, biasanya proses ini 2-1 hari sebelum tes dilaksanakan, biasanya hari jumat atau sabtu.

Tahapan Kedua
Tahapan kedua adalah tes tertulis. Tes ini berisikan kemampuan dasar: kemampuan verbal, logika dan berhitung serta tes bahasa inggris. Tes ini lumayan susah karena dibuat oleh Bapennas yang terkenal soalnya yang super sulit. Saran gw, banyak-banyak berlatih tes TPA. Belilah buku TPA dengan berbagai versi yang akan memperkaya pengetahuan anda. Soal-soal akan berkutat disitu-situ saja menurut gw. Di tes ini jangan terlalu memaksakan isi seluruh jawaban atau jangan nembak-nembak. Gw hanya sedikit isi jawabannya. Yang terpenting jawaban harus benar menurut pandangan masing-masing. Usaha plus doa hasilnya ya kelulusan.

Tahapan Ketiga
Tahapan ketiga adalah tes psikotes. Tes ini dua hari. Hari pertama tes psikotes tertulisnya dan hari kedua adalah diskusi kelompok serta wawancara dengan psikologi. Tes hari pertama ini hampir mirip-mirip dengan tes tertulis, ada hitungan dasar dan logika bergambar. Disaat tes ini peserta diminta isi biodata dan pertanyaan-pertanyaan mengapa masuk BPK. Isilah sesuai kepribadian anda dan jangan mengarang. Tes hari kedua akan ada diskusi kelompok yang membahas topik permasalahan. Tips disini adalah jadilah diri anda, karena gw tidak taw penilaian atas diskusi kelompok. Pengalaman gw adalah jangan terlalu menonjol dan menghargai pendapatan orang lain. Ya beretika bertanya dan menjawab. Setelah itu dilanjutka wawancara dengan psikolog. Nah ini peserta harus diri sendiri dan sesuai dengan apa yang ditulis di biodata sebelumnya. Ada saatnya psikolog melihat-lihat alasan apa masuk BPK.Tetap tersenyum dan tenang. Disini butuh effort yang besar karena tahapan ini banyak pemotongan peserta dan banyak peserta selalu gugur di tahapan ini.

Tahapan Keempat
Tahapan keempat adalah wawancara dengan pejabat. Jika sudah pada tahapan ini, menurut gw sudah 100 persen masuk BPK. Karena peserta ini sudah fix masuk BPK beserta cadangannya. Sebelumnya peserta disuruh medical check up dengan biaya sendiri dan masukkan hasilnya saat sebelum wawancara. Disini peserta akan diwawancara mengenai 3 kasus permasalahan dan tentang kepribadian sehari-hari dan lingkungan keluarga. Nanti akan diberitahu penempatan pertama peserta. Nah disini akan mulai banyak berguguran peserta. Banyak peserta akhirnya mengundurkan diri karena tidak mau penempatan jauh apalagi ke bagian timur dengan berbagai banyak alasan. Nah yang cadangan tidak tahu penempatan dimana, dia akan bersiap-siap masuk pada tempat calon yang fix yang mengundurkan diri tadi. Ya sebagai peserta harus siap lahir dan batin penempatan di seluruh Indonesia.

Tahapan Akhir
Tahapan terakhir adalah pengumuman. Pengumuman ini ditunggu-tunggu. Karena harap cemas jika tidak lulus di akhir tahapan. Karena bila peserta yang fix setuju dengan penempatan pertama maka cadangan tidak diluluskan, namun jika banyak peserta fix yang tidak setuju penempatan, maka cadangan berpeluang lulus semua.

Akhir kata, semoga petunjuk dan gambaran yang telah dijelaskan dapat menjadi pedoman teman-teman yang ingin mengikuti CPNS BPK RI tahun-tahun berikutnya. Nantikan cerita selanjutnya di Pendidikan dan Pelatihan CPNS BPK RI.

Minggu, 18 Juli 2010

My Brother Superstar!!!

Ray G Tambunan, mungkin teman-teman mulai mengenal dia melalui ajang pencari bakat Indonesian Idol. Gw mengenal bang Ray sewaktu masih kuliah di tahun pertama di Universitas Indonesia. Sedikit cerita lucu tentang bagaimana kami bertemu. Bang Ray mengajak gw untuk bergabung paduan suara PO UI. Melalui Friendster (jaman itu Friendster lebih dahulu terkenal daripada Facebook atau Twitter), dia tanpa ragu mengajak bergabung menjadi pelayan di PS POUI. Saat itu, gw sedikit bingung, karena gw tidak kenal sebelumnya dan tiba-tiba mengajak gw masuk PS PO UI. Akhir cerita, gw datang latihan di fakultas MIPA yang kebetulan bang Ray pelatih paduan suara itu. Gw sangat canggung karena tidak kenal yang mengajak gw dan orang-orang di PS PO UI. Tapi lama kelamaan, keakraban mulai ada diantara kami. Kami sering jalan bersama dan melakukan kunjungan gereja.
Banyak orang yang bilang kalo gw dan bang Ray mempunyai kesamaan wajah. Padahal gw dan bang Ray bukan saudara dekat dan bukan satu marga. Bang Ray adalah Tambunan sedangkan gw adalah Situmorang. Ntah kenapa, setiap ketemu teman bang ray di jalan, teman itu mengira gw adalah adiknya bang Ray. Pernyataan kemiripan tersebut sudah terbiasa di telinga gw bila jalan bersama bang Ray. Gw menyediliki kenapa terjadi kesamaan. Ternyata, nyokap gw dan nyokap bang Ray sama sama boru Simatupang. Mungkin kami memiliki gen yang kuat dari nyokap yang membuat wajah mirip (asumsi yang ngasal tidak berlandaskan teori biologi)
Sejak bang Ray lulus dari studinya, gw dan bang Ray jarang ketemu. Ini dikarenakan bang Ray pindah ke Medan dan gw kuliah di Depok. Kami hanya berkomunikasi melalui sms dan chat. Terakhir ketemu saat pertemuan yang tak sengaja di depan pintu Kukusan Teknik, ketika gw terburu-buru untuk bidding project organisasi dan bang Ray mengambil barang-barangnya. Ketika itu dia bersama adiknya.
Suara bang Ray sangat bagus. Gw saja minder kalau nyanyi di samping dia. Dia sempat menjuarai beberapa kompetisi nyanyi. Suatu ketika di akhir tahun 2009, ketika itu sedang ada promosi Indonesian Idol, ntah kenapa gw bermimpi tentang Indonesia Idol. Waktu itu di mimpi gw (seingat gw), gw menghadiri acara Indonesia Idol karena teman gw ikut jadi peserta. Dalam mimpi itu, gw tak sengaja ketemu bang Ray. Di mimpi itu, bang Ray maju terus hingga 3 besar sedangkan teman gw tidak masuk. Tidak tahu maksud dari mimpi itu ada bang Ray. Gw sempat message FB (kalau tidak salah) yang isinya menyuruh dia ikutan Idol. Saat itu dia balas dia pikir-pikir karena sedang ingin mengikuti kompetisi/acara di luar negeri. 1 bulan kemudian, gw melihat di FB kalau dia mendapatkan golden ticket. Gw terkejut ternyata bang Ray ikutan Idol.Sebulan kemudian gw mendapat kabar kalau bang Ray masuk workshop. Gw sangat bangga bang Ray bisa masuk workshop. Gw berinisiatif menyempatkan diri untuk membuat publikasi di FB untuk mengajak mendukung sms hingga bang Ray masuk babak spektakuler. Padahal gw tidak memiliki keahlian dalam desain poster. Gw hanya membuatnya secara tradisional di power point. Berkat ajaran teman gw Veronica Ngatio, gw akhirnya bisa membuat publikasi tersebut. Tuhan memberkatimu Vero…Ini salah satu hasil karya gw:

































Minggu lalu gw bertelepon dengan bang Ray. Kebetulan HP ada di tangan bang Ray. Saat itu dia menanyakan kok gak buat publikasi lagi dan kenapa gw gak datang nonton. Ya sekitar 1 bulan gw tidak lagi buat publikasi karena gw berada di Sumatera Utara dan tidak mempunyai akses internet yang memadai. Gw merasa bersalah karena selama ini gw buat publikasi tapi tidak pernah datang. Akhirnya minggu ketika spektakuler 4 gw akhirnya datang. Ini pertama kali gw datang. Gw sempat ketemu dan bersalaman dengan bang Ray. Betapa bangganya teman gw bang Ray bernyanyi di panggung itu. Namun, gw tidak bisa lagi menikmati acara itu minggu depannya. Di malam itu bang Ray tereliminasi. Gw sedih dan kecewa pilihan pemirsa yang membuat bang Ray pulang. Tapi gw tetap berpikir positif kalau itu adalah jalan Tuhan. Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat kita. Meskipun bang Ray tidak masuk 3 besar sesuai dengan mimpi gw, tapi gw sangat bangga kepada bang Ray G Tambunan. Sukses selalu bang RAY…!!!

Selasa, 25 Mei 2010

Taman Mini Indonesia Indah Mei 2010

Wah asiknya jalan di TMII...Sudah lama gw gak kesana...terakhir ya waktu SD....Gw bersama Martin dan Helen berencana untuk hunting foto disana...Martin bawa kameranya beserta tripod...Helen bersama kamera lomonya yang bisa foto 4 sekaligus dalam satu frame, sedangkan gw dengan kamera hp nokia tersayang...Seru dan Bahagia bisa menikmati liburan sebelum masuk kerja buat kita bertiga...hahahah

ini hasil beberapa jepretan martin dan editannya...:





















































Next Trip kemana ya buat seru-seruan Hunting Foto???? hehehe....

Senin, 17 Mei 2010

Sudah Tuntas Tugasku

Ku buka pintu di saat yang lain dalam bunga mimpi
Ku melangkah pasti dengan berulang kali
Beribu langkah terukir di sepanjang jalanku
Menuju tempat dimana aku jalankan tugas mulia
Tempat aku berdikari bertahun-tahun
Tempat orang berlomba menuju masa depan yang cerah

Sang Fajar menyapaku dengan indah
Burung berkicau menyambutku
Tanamanku seraya mengucapkan “Selamat Pagi”
Mengiringiku dan memberi semangat
Tak kenal lelah dan jenuh ku jalani ini

Ku berjuang tanpa pasanganku
Menuntun anakku jalani ganasnya dunia ini
Melawan semua kejahatan dan kemunafikan
Ku tahu aku belum berbuat banyak anakku
Tapi ku yakin kau sejahtera bersamaku

Ku pikir aku bisa melihat anakku bertumbuh dewasa
Ku pikir aku bisa melihat bangsaku tumbuh menjadi Bangsa Besar
Kehendakku bukan Kehendak-Mu, Sang Pencipta

Pagi itu,
Mataku telah tertutup,
Jantungku tak bergetar
Tanganku tak berayun lagi,
Sang Pencipta seraya berkata, “Tugasmu telah usai, anak-Ku”


created by: Nanda Tri Nico

Rabu, 05 Mei 2010

My Aunt Ny. Tiar L Situmorang

Hai Bloggie…Sudah hampir sebulan lamanya tante gw (Bahasa batak tante: namboru) dipanggil yang Kuasa. Kepergiannya begitu cepat. Tanda disangka dan diduga di pagi hari disaat dia hendak menunaikan tugas dan kewajibannya sebagai Guru di SMA Negeri 38 Jakarta, dia dipanggil oleh Sang Pencipta. Mungkin Sang Pencipta menilai sudah waktunya dan sudah cukup namboru gw untuk menjalankan tugasnya di dunia ini. Namboru gw ini tergolong wanita yang keras dan teguh. Selain jadi guru, dia sebagai pelayan Tuhan yang setia di Gereja GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun)Depok. Dia menjabat sebagai Syamas. Ya, mungkin kalau tidak salah setingkat Pendeta atau Penatua di Gereja Batak Toba. Oh ya dia menjadi pelayan di Gereja bergenre Simalungun karena dia menikah dengan Alm. Amangboru gwbermarga Saragih Simarmata yang termasuk pada Batak Simalungun. Namboru gw ini sudah lama ditinggal oleh suaminya oleh karena sakit jantung. Ada persamaan tragedi meninggal kedua2nya, yaitu meninggal dengan tiba2 di pagi hari dan terkena serangan jantung. Tetapi namboru gw ini tidak memiliki riwayat sakit jantung sebenarnya. Jantungnya tidak kuat terhadap kemoterapi yang ketujuh. Oh ya namboru gw yang tangguh ini, sudah menjalankan kemoterapi sebanyak 6 kali ditambah 2 kali tambahan kemoterapi. Kehendak Tuhan berbeda dengan kehendak manusia, sebelum menyelesaikan seluruh kemoterapi, beliau telah dipanggil Tuhan.
Sedih rasanya kehilangan dia saat ini. Selalu mengingat dia ketika gw menumpang hidup di rumahnya saat gw merantau ke Jakarta. Begitu besar jasanya pada gw. Ketika gw teringat akan dia, gw ingat akan kunjungan gw saat dia sedang menjalani kemoterapi. Saat gw datang, dia selalu bercerita panjang lebar meskipun dia lelah. Padahal gw menyuruh dia untuk beristirahat dan bercerita, dia tetap bercerita. Gw terpaksa mendengarkan ceritanya yang sangat panjang. Cerita dia begitu panjang mulai dari sejarah bokap dan nyokap menikah hingga kejadian keluarga saat ini yang tidak mungkin gw ungkapkan disini. Nah yang diceritakan banyak hal positif dan hal negatif. Begitu banyak rahasia keluarga yang gw tadinya gw tidak tahu, akhirnya gw tahu. Wah, sebenarnya semua omongan nambou gw itu masih terekam di otak gw. Gw rasa ini sebuah petuah dari dia. Tapi hati gw merasa gundah menceritakan seluruhnya kepada keluarga gw terumata bokap dan nyokap. Tidak untuk waktu saat ini. Mungkin gw harus mencatat dalam sebuah catatan kecil dan suatu saat gw mengungkapkannya…Ya saat ini gw sedang mengerjakan catatan-catatan itu dan semoga saja gw bisa menyelesaikannya…
Namboru, Aku Sayang Namboru….Selamat Jalan Namboru….Ny. Tiar L. Situmorang….